The Triatmojo Visits Malang (Part II)

Blog post sebelumnya gue udah share perjalanan gue dari Bintaro ke Malang. Sekarang seperti yang sudah gue janjiin, gue mau share beberapa tempat seru yang kami kunjungi selama 5 hari di Malang.

Sebelum meluncur ke tempat-tempat kekinian di Malang saat itu, sudah menjadi keharusan bagi kami untuk nyekar ke oma dan opa Manopo terlebih dahulu. Mengunjungi para leluhur sejak Babbit berusia dini akan membantu dia untuk bisa lebih menghargai orang tua dan menjadi pengingat asal serta usul.

 

 

Hari I – Museum Bentoel.

Kalau tidak diajak oleh Wabbit, gue nggak akan tahu kalau ternyata ada Museum Bentoel di Malang. Tahunya ada Museum Sampoerna yang ada di Surabaya. Gue sendiri tidak merokok, tapi akan menyenangkan untuk mengetahui lebih dalam mengenai sejarah rokok Bentoel.

Museum Bentoel ini terletak di Jalan Wiromargo 32 dekat pasar besar Malang. Museum yang tidak mengenakan biaya masuk sekilas tidak terlihat seperti layaknya museum sejarah pada umumnya di kota Jakarta. Bangunan dan lokasi Museum Bentoel ini merupakan bangunan rekonstruksi yang keasliannya mendekati rumah Ong Hok Liong pendiri PT. Bentoel sebenarnya.

Ong Hok Liong lahir di Karang Pacar-Bojonegoro Jawa Timur 12 Agustus 1893 dan meninggal karena sakit lever kronis pada 26 April 1967. Cikal bakal PT. Bentoel berawal dari bisnis rumahan Hok Liong pada 1930 bersama tetangganya Tjoa Sioe Bian dengan nama Strootjes-fabriek Ong Hok Liong, kemudian berubah nama menjadi Hien Ang Kongsie yang kemudian berubah menjadi PT. Bentoel.

Konon, nama Bentoel berasal dari wangsit Ong Hok Liong ketika melakukan perjalanan spritiual di Gunung Kawi. Saat itu Hok Liong bermimpi bertemu dengan seorang penjual bentul atau talas dan sekembalinya dari Gunung Kawi, Hok Liong mengubah semua kemasan rokoknya dengan nama Bentoel. Sebelum populer dengan nama Bentoel, dulu rokok produksinya bermerek Kandang, Klabang, Lampu, Turki, dan Djeruk Manis.

Pada tahun 2009 PT. Bentoel diakuisisi oleh perusahaan rokok terbesar kedua di dunia, British American Tobacco (BAT) International dan pada awal 2010 Bentoel Group bergabung dengan PT. BAT Indonesia.

dsc06657

dsc06662
Abaikan penampakan Wabbit dibelakang

dsc06664

dsc06667

dsc06669

dsc06671

Hari II – Hawai Waterpark Malang

Tempat ini sudah menjadi incaran semenjak kami melewati tempat tersebut dari arah Surabaya ke Malang. Mengetahui Babbit yang bershio Naga Air, dia pasti akan sangat menikmati bermain ke wisata air terbesar dan pertama yang berada di Kota Malang: Hawai Waterpark Malang yang ditengarai sebagai The Wildest Waterpark in Indonesia.

Ada 10 wahana yang terdapat di Hawai Waterpark Malang, yaitu Hawai Water House, Waikiki Beach, Waimea Stream River, Mavi Island, Rainbow Fall, Akaolu pool, Ekolu slide, Hula-hula slide, Wailele Slide. Dari sepuluh wahana yang disebutkan diatas, yang menjadi jagoan dari Hawai Waterpark Malang adalah: Hawai Water House dan Tsunami Pool yang terletak di Waikiki Beach.

Hawai Water House tempat yang seru banget untuk tempat bermain anak. Dari seluncuran dengan ketinggian dari 3 meter hingga  18 meter  hingga semburan air dan water tank yang dinikmati dengan sangat oleh Babbit. Sedangkan untuk gue dan Wabbit bermain di Tsunami Pool. Kalau penasaran Tsunami Pool seperti apa bisa dilihat di video bawah ini:

Biaya masuknya tidak terlalu mahal, untuk dewasa dan anak-anak dengan tinggi diatas 85 cm akan dikenakan biaya per orangnya: Rp75.000,- di hari kerja, sedangkan di akhir pekan harganya beda 25 ribu menjadi Rp100.000,-. Untuk anak-anak dengan tinggi dibawah 85 cm tidak perlu membayar, alias GRATIS! Untuk proses pembelian makanan dan minuman menggunakan gelang RFID tahan air milik Hawai Water House. Untuk top up pun dimudahkan dengan adanya gerai-gerai isi ulang yang tersebar diseluruh wahana wisata air ini.

dsc06759

dsc06757

Berikut beberapa foto kenangan kami di Hawai Water House. Babbit sedang menggunakan pakaian oleh-oleh dari pakdenya sang pengguna twitter pertama kali yang berasal dari Indonesia @mahadewa

dsc06776

dsc06834

dsc06837

dsc06840

dsc06818

dsc06827

 

Sekian blog post yang kedua perjalanan The Triatmojo’s ke Malang. Masih ada sisa satu blog post lagi. Tunggu postingan ketiga dan terakhir wisata kami ke Malang ya.

 

BACA JUGA: The Triatmojo Visits Malang (Part 1)

 

*All images were taken with Sony a5100

 

 

fin

Advertisements

One thought on “The Triatmojo Visits Malang (Part II)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s