The Triatmojo Visits Malang (Part 1)

This is a long overdue piece of writing where as a family we enjoy our annual Jakarta – Malang road trip.

Semenjak masih pacaran dengan Wabbit, kami memang sudah terbiasa untuk road trip Jakarta – Malang PP (kebetulan saja kami berdua kampungnya sama). Tahun 2016 merupakan kali ke-3 kami melangsungkan road trip. Namun, ada yang berbeda dengan road trip kami tahun ini dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya:

  1. Tol Cipali sudah selesai, jadi perjalanan Jawa Barat ke Jawa Tengah lebih singkat (Brexit waktu itu masih tutup).
  2. Berangkat lewat Pantura (Biasanya kita lewatnya jalur tengah).
  3. Durasi road trip yang lebih lama karena kami mengambil cuti di antara hari libur ditengah minggu. Total hari libur yang kami ambil jadinya 10 hari.

 

BACA JUGA: Perjalanan Mencari Jodoh

Perjalanan road trip itu penuh dengan persiapan. Kami harus menyiapkan tempat duduk yang nyaman bagi Babbit untuk bisa melewati belasan jam perjalanan ditambah dengan barang-barang yang harus kami bawa untuk mencukupi kebutuhan kami untuk dijalan dan selama menginap di Malang

dsc07073
Tampilan tempat duduk tengah. Babbit bisa memilih duduk di car seat atau tidur sepanjang jalan

Kami berangkat dari Bintaro setelah makan siang sekitar pukul 14.00. Kami tiba di jalan tol Cipali mendekati pukul 18.00. Di tol Cipali kami beristirahat sejenak untuk ke toilet dan meluruskan kaki. Tol Cipali waktu itu baru buka dan karena bukan akhir pekan, jadi tolnya sedikit lengang.

JAWA TENGAH

Kami tiba di Brebes sekitar pukul 19.00 dan menyempatkan diri untuk berhenti sejenak membeli telur asin khas daerah tersebut. Karena sepanjang perjalanan memang banyak toko menjual telur asin jadinya kami memilih toko sekenanya saja. Kami berakhir dengan membeli beberapa kotak telur asin dengan beragam rasa untuk nanti kami makan setibanya di Malang. Serunya lagi selain tersedia telur asin tersedia juga beragam kerajinan tangan dari tanah liat yang bisa dibeli seperti kendi teh dan celengan.

dsc06387dsc06394dsc06393dsc06399dsc06391

Sekitar pukul 20.30 kami tiba di Pemalang, kampung mbanya Babbit. Mbanya Babbit dijemput oleh saudaranya di stasiun bis besar kota tersebut. Karena belum makan malam, kamipun mencoba kuliner lokal. Gue lupa nama makannya apa tapi yang pasti enak banget dan murah! Yang gue ingat salah satu makanan yang kami makan adalah sate kerbau. Dan kayaknya baru kali ini seumur-umur gue nyobain sate kerbau. And I love it! Maaf tidak ada barbuk untuk makanan ini. Maklum, saking laparnya ditambah guyuran gerimis hujan makanan yang dipesanpun habis dengan lahapnya.

Perjalanan yang tadinya mau dibablasin langsung tanpa berhenti hingga tiba di Malang tinggalah rencana. Di Kudus kamipun berhenti semalam untuk beristirahat. Menggunakan kepiawaian gawai pintar, kami mencoba browsing kamar hotel di daerah Kudus yang sesuai dengan budget wisata kami. Akhirnya keputusan jatuh di hotel HOM Kudus. Tiba di hotel pukul 01.00 kami langsung beristirahat. Esok paginya hanya sempat sarapan di hotel dan langsung melanjutkan perjalanan ke Malang

 

dsc06405
Disain kamar hotel HOM minimalis dan mencukupi kebutuhan rehat sejenak
dsc06401
Pemandangan kota Kudus
dsc06420
Lobi Hotel

 

Perjalanan mengharuskan kami untuk melewati kota Pati. Dannnnn ternyata.. oh.. ternyata.. kota Pati ini merupakan kota kelahiran dari Kacang Dua Kelinci! Masuk perbatasan kota Pati langsung disambut oleh pabrik/ restaurant/ kantor/ toko dari PT. Dua Kelinci. Walhasil kami berhenti sejenak untuk mengintip isi toko serta restonya. Siapa tahu nemu oleh-oleh untuk dibagikan ke tetangga-tetangga di Malang.

 

Akhirnya keluar dari toko Dua Kelinci kami memborong kacang untuk cemilan di perjalanan serta oleh-oleh untuk tetangga di Malang. Tidak lupa juga kami sempat mengabadikan Babbit berpose di depan Waroeng Pati milik PT. Dua Kelinci. Kami tidak berhenti untuk makan siang di Pati karena kami sedang mengejar waktu agar tidak tiba di Malang terlalu malam.

dsc06437
Seneng karena dapat balon
dsc06448
Kaki Babbit mencoba ngikutin petunjuk berdiri

JAWA TIMUR

Waktu sudah lewat pukul 13.00 ketika kami mulai memasuki Jawa Timur. Jalanan yang belum pernah kami lewati sebelumnya menjadi sebuah petualangan baru. Perjalanan menyusuri pinggir laut membawa kami menikmati pemandangan laut yang indah serta penemuan lokasi penggaraman dan pabrik semen yang jumlahnya tidak sedikit. Mempercayakan diri kami kepada keandalan Waze, kami diajak untuk melewati jalan-jalan desa hingga akhirnya sekitar pukul 16.00 kami tiba di kota Lamongan. Di kota inilah akhirnya kami berhenti untuk bersantap.

dsc06480dsc06537dsc06607

Pukul 17.30 kami kembali masuk ke dalam mobil meneruskan perjalanan ke Malang. Kami beruntung ternyata ada tol baru dari Gresik yang mengarah ke Malang tanpa harus melewati kota Surabaya. Kami tiba di Malang sekitar pukul 20.00. Kami berhenti sejenak di Giant untuk membeli beberapa kebutuhan rumah sebelum meneruskan perjalanan. Kami akhirnya tiba di rumah Malang di daerah pasar Bunul sekitar pukul 21.30 dan langsung disambut oleh tetangga-tetangga rumah Opa Wabbit.

Babbitpun langsung bermain dengan kakak-kakak tetangga. Kalau kata orang Jawa, langsung nonggo.

dsc06645

Oke..bagian pertama dari perjalanan kami ke Malang sudah selesai. Tunggu postingan blog berikutnya dimana kami mengunjungi tempat-tempat seru di Malang.

PS: satu hal yang gue mau kasih masukan untuk orang-orang yang berencana road trip ke Jawa Timur. Jangan coba-coba untuk lewat Pantura, jalannya lebih kecil dan lawan kendaraannya adalah truk dan bis yang besar-besar.

 

*All images were taken with Sony a5100

 

 

fin

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s