5 Hal Penting Untuk Diajarkan Ke Anak

Menurut gue ada beberapa tugas utama orang tua dalam membesarkan anaknya. Selain mengajak bermain,  menggantikan popok, bikin susu, menemani belajar, mengajarkan tangga nada (obsesi bapak yang ingin anaknya doyan musik..hohoho – sedangkan obsesi ibunya adalah untuk membuat anaknya penyuka seni #klop); ada beberapa hal yang gue dan Wabbit coba tanamkan ke Babbit semenjak kecil. Entah ini namanya pendidikan akhlak, moral or just common sense. Tapi beberapa pengajaran berikut ini menurut kami sangatlah penting untuk diajarkan ke Babbit:

1. Buang sampah pada tempatnya

Pentinggg banget. Dari sejak umur setahun gue dan Wabbit sudah ngajarin Babbit untuk buang sampah di tempat sampah. ITS A BIG NO buat kami kalau melihat Babbit buang sampah sembarangan. Dengan bertambahnya umur kalau diminta untuk buang sampah dia secara otomatis dengan sendirinya akan langsung mencari tempat sampah terdekat. Kalau misalnya nggak nemu tempat sampahnya dimana, baru dia nanya ke orang tua atau mbaknya.

news-150104072461_1
Image source

Satu hari gue lagi jalan pulang kantor menuju ke stasiun Tanah Abang yang melewati perumahan warga daerah situ. Di dalam perjalanan ada anak kecil tidak lebih dari 3 tahun mungkin umurnya yang setelah minum salah satu merek teh gelas dia langsung buang gelasnya di jalanan. Lalu gue ambil gelas tersebut dan menyerahkan gelas plastik ke anak yang tadi buang sampah sembarangan sambil bilang untuk jangan buang sampah sembarangan. Sembari jalan menjauhi anak tersebut tiba-tiba terdengar suara “kletak”, suara gelas plastik yang kembali dibuang ke tengah jalan oleh anak yang sama. Akhirnya gelas plastik itu saya ambil lagi dan buang ke tempat sampah terdekat #KZL

2. Mengembalikan mainan

Babbit suka banget dengan Kinder Joy. Bukan karena ada cokelatnya. Tapi karena ada mainannya di dalam Kinder Joy itu. Terus cokelatnya kemana? Ya dimakan bapake atau ibue =D. Kebayang donk banyak mainan-mainan kecil yang sering bertebaran dimana-mana. Selain bertebaran di pojok bermain Babbit, akan banyak ditemukan juga diatas tempat tidur dan bak mandinya. Sekarang lagi umurnya Babbit kalau mau mandi minta ditemenin setidaknya 3 mainannya, antara: Sophia, My Little Pony, Scooby Doo atau Hello Kitty.

3-kinder-eggs
Image source

Karena kami sudah menyiapkan kotak mainan yang digabungkan untuk menyimpan buku milik Babbit, dari kecil juga sudah diajarkan pelan-pelan apabila sudah selesai main atau baca buku dia harus mengembalikan barangnya itu ke tempatnya. Kondisi ini tidak selalu 100% berhasil. Sering juga Babbit merajuk kalau misalnya diminta untuk dikembalikan mainnya. Tapi disaat-saat serperti inilah kami sebagai orangtua harus tega! Iya tega!

3. …Please dan Thank You

Kalau yang ini kami sudah mulai mengajarkan ke Babbit semenjak dia bisa ngomong dan memahami apa yang kami ajarkan. Kalau mau meminta sesuatu Babbit harus bilang … Please di akhir kalimatnya. Baik itu minta digendong, minta makanan, minta minuman dan hal-hal lainnya. Dan itu tidak hanya dia lakukan ke kami sebagai orang tua tapi juga ke mbaknya Kara, ke eyang-eyangnya serta om, tante, bulik, palik, pakde Babbit. Penggunaan kata Thank You atau terimakasih juga wajib digunakan oleh Babbit setelah mendapatkan apa yang dia minta.

thank-you-1
Image source

Penggunaan kata Please dan Thank You jadinya menular ke sepupu-sepupu Babbit lainnya. Kalau mau meminta sesuatu harus mengucapkan Please dan ditutup dengan ucapan Thank You. Karena menurut gue orang Indonesia itu agak sulit untuk mengucapkan terimakasih. Antara gengsi atau memang tidak terbiasa saja. Paling dongkol kalau misalnya masuk mal dan menahan pintu mal untuk orang yang akan masuk di belakang gue. Orang di belakang gue biasanya langsung nyelonong masuk aja tanpa mengucapkan terimakasih. #Grrr

4.  Sembahyang sebelum tidur dan sebelum makan

Sembahyang dalam hal ini untuk mengucapkan syukur atas berkat yang telah diterima hari itu. Gue dan Wabbit mungkin bukan penganut agama Kristen dan Katolik yang paling taat di seluruh dunia. Baca Kitab Sucipun tidak setiap hari. Tapi kami berusaha untuk mengajarkan Babbit untuk sembahyang dari usia sedini mungkin. Dari sejak umur setahun lebih kami sudah mengajarkan Babbit untuk membuat tanda salib.

tanda-salib
Image source

Untuk ritual sembahyang sebelum tidur kami bisa dibilang cukup unik. Terkadang gue dan Wabbit sengaja langsung tidur tanpa sembahyang dulu. Tapi Babbit langsung membangunkan kami untuk mengingatkan sembahyang. Yang memimpin sembahyangpun dibuat bergilir. Dan kami berusaha di kala sembahyang tidak hanya untuk diri kami sendiri saja tapi juga mendoakan orang lain.

5. Cuci kaki, cuci tangan dan sikat gigi

Point ke #5 ini kini menjadi ritual pasti sebelum tidur. Tapi untuk cuci tangan tidak hanya dilakukan sebelu tidur saja tapi juga setiap selesai makan Babbit wajib cuci tangan.

Ada salah satu teman suatu hari bertanya, gimana caranya menggiring Babbit untuk tidur malam? Jawaban kami adalah melalui ritual yang kami siapkan untuk Babbit semenjak umur 1.5 tahun. Pukul 10.00 adalah saat dimana kami sudah menggiring Babbit untuk cuci kaki, cuci tangan dan sikat gigi. Itu adalah pertanda awal mempersiapkan dirinya untuk tidur. Kami juga berharap bahwa ritual cuci kaki, cuci tangan dan sikat gigi ini akan terus menjadi kebiaasaan yang bisa dia bawa hingga besar nantinya.

Untuk cuci tangan, gue terbantu dengan adanya Lifebuoy Clini-shield10 yang berbentuk shower gel konsentrat. Cukup 1 tetes mampu melindungi dan membersihkan 10 kali lebih baik dibandingkan pelindung kuman lainnya. Jadi produk ini lebih hemat di kantong iya, ditambah juga memberikan perlindungan kulit dan tubuh yang dapat dipercaya bagi keluarga kecil kami.

lifebuoy
Image source

Jadi apa hal yang menurut kalian wajib untuk dipelajari oleh anak semenjak dini?

Advertisements

5 thoughts on “5 Hal Penting Untuk Diajarkan Ke Anak

  1. No. 2 sophie juga angot2an kalo disuruh kembaliin atau beresin mainannya. Pura2 budeg bahkan maen kabur aja. Masih pe er banget ini.
    No.5 biasanya suka bablas jadi mandi malem gara2 anaknya seneng main aeeerrr..
    No. 1, 3, dan 4 udah lumayan tertib tapi tetep aja suka disuruh2 dulu.

    Bener ya, intinya disiplin itu kudu tega. Kita sih tega.. tapi kakek neneknya itu looohhh..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s