Halo..Saya Bapaknya Babbit

Gue dan Wabbit baru nonton Inside Out di penghujung tahun 2015. We find it entertaining  and heartwarming. Gue sama Wabbit memiliki pandangan yang berbeda terhadap film animasi karya kolaborasi Pixar dan Disney ini. Dengan alur cerita yang cukup kompleks, menurut gue film animasi ini lebih cocok untuk penonton dewasa, terutama untuk membantu memahami pertumbuhan anak atau keponakan. Tapi Wabbit memiliki pendapat sebaliknya. Menurut dia banyak orangtua setelah menonton film ini bersama dengan anak-anaknya, tidak sedikit dari mereka mencoba untuk menjelaskan sebuah perasaan yang dirasakan oleh anaknya melalui 6 karakter di film Inside Out: Joy, Sadness, Fear, Anger, Disgust. Masuk akal 🙂

Beberapa bulan setelah dirilisnya film Inside Out, Pixar dan Disney mengeluarkan satu buah animasi pendek yang meneruskan adegan terakhir di film Inside Out. Di animasi pendek ini, Riley (pemeran utama dalam film Inside Out) akan keluar berkencan dengan seorang bocah bernama Jordan yang dia temui pertama kali di sebuah pertandingan ice hockey di kota dimana Riley baru pindah. Animasi pendek ini berjudul: Riley’s First Date.

Jalan cerita animasi pendek ini sangat menggelitik. Reaksi emosional dari empat karakter: Dad, Mom, Riley dan Jordan; dipertunjukkan secara apik dalam film animasi pendek ini. Untuk lebih lanjutnya langsung saja menonton Riley’s First Date berikut:

 

 

Reaksi awal gue nonton animasi ini adalah tersenyum kecil didepan layar komputer kemudian membagi videonya di laman facebook sembari ngetag Wabbit. Then it strikes me! Gimana kalau ini terjadi dengan Babbit nanti pas sudah memasuki usia gadis? What should I do? She will no more be our little princess.

Akhirnya diskusi panjang antara gue dan Wabbit layaknya para pendahulu kita ketika mereka mencanangkan Perjanjian Renville-pun terjadi. Pembahasan utama kita berdua adalah:

  1. Sejak diumur berapa Kara boleh mulai pacaran berkencan?
  2. Kriteria pacar teman kencan seperti apa yang boleh masuk ke lingkaran keluarga Triatmojo?

Pertanyaan nomor 1 tentunya menjadi perdebatan yang sengit. We can’t even agree on a unified answer to this question. Tapi kami setuju nanti Babbit tidak perlu bertemu dengan teman kencannya dirumah kami. Kami akan mengantarkan Babbit ke mal tujuan dia akan berkencan dan gue beserta Wabbitpun akan ikut berkencan ditempat yang sama, sehingga waktu pulang tiba Babbitpun tidak akan diantarkan pulang oleh teman kencannya (no midnight shows for you young lady). Mungkin pada saat itu terjadi, Star Wars sudah masuk episode dimana Finn akhirnya berhasil melewati masa friendzone dari Rey. Dan cerita dari seri Star Wars tidak melulu seputar klan Skywalker dan berpindah fokus ke klan Solo? #OOT #spoiler

d4a835776ef516774cc5c0c56093e5fa6663833d_hq

Oke masuk ke pertanyaan ke-2, gue sama Wabbit memiliki kadar geekiness yang mirip. Kita sama-sama menyukai komik, kita sama-sama menyukai film kartun, kita sama-sama menyukai genre musik yang agak nyeleneh, kita sama-sama menikmati hal-hal yang kinfolk (biar kebaca kekinian). Jadi dari hal-hal disebutkan diatas, maka kriteria bocah yang akan berkencan dengan Babbit adalah:

  1. Wajib tahu Weezer
  2. Wajib suka lagu-lagunya Danilla dan Frau
  3. Suka gambar
  4. Tahu Ghibli
  5. Suka Calvin and Hobbes
  6. ……… And the list goes on
  7. Utama sih emang beneran sayang sama Babbit

Anyway, apabila nanti hari dimana Babbit akan berkencan tiba, perkenalan awal yang akan gue lakukan adalah: Halo…Saya Bapaknya Babbit (dengan suara dingin dan berat ala Alan Rickman ketika berperan sebagai Profesor Severus Snape sembari megang shotgun dengan atasan kaos dalam ala Dominic Toretto).

600px-Tfatf-mossmar3
Halo..saya Bapaknya Babbit..dan ini sahabat saya Hunter
Advertisements

2 thoughts on “Halo..Saya Bapaknya Babbit

    1. Iya mba Noni. He needs to be afraid…very afraid #evillaugh. Gue juga berharap pada saatnya nanti shotgun sudah berubah menjadi phaser seperti yang digunakan di Star Trek #ngayal

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s