Menghemat Lebih Dari 3 Juta Rupiah/Bulan Dengan Ojek Online

Sebelumnya gue ingin mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Sejak September 2015, gue bekerja di daerah HI. Back in the hospitality industry, I love my new job. The office located near the train station and Jakarta’s prominent shopping malls. Not that I love to shop, it’s just fun to do window shopping during my lunch break 🙂

Diluar keseruan tempat bekerja yang baru, ada sedikit masalah yang gue hadapi tiap hari. Istri gue juga kerja dan kantornya dia di daerah Cilandak sedangkan kantor gue di HI. Jadi setiap hari rute berangkat dan pulang kerja adalah: Bintaro – Cilandak – HI – Cilandak – Bintaro. Kebayang kan kalau naik mobil muter-muternya seperti apa? Di awal-awal masa percobaan, mobil tadinya mau diparkir di kantor istri di Cilandak terus gue lanjut  naik ojek online berangkat dan pulang ambil mobil di kantor istri sembari jemput beliau. Tapi ternyata kantor istri baru buka jam 8.00 pagi, sedangkan gue harus masuk kantor jam 8.15. Akhirnya sang mantan pacarpun memberikan ide untuk kita berdua pisah naik ojek online untuk berangkat dan pulang kantor. And it was a brilliant idea I must say! Selain nggak pake ribet kita pun berhasil menghemat jutaaan rupiah setiap bulannya.

Kok bisa sampai jutaan rupiah? Sekarang kita coba membuat perbandingan pengeluaran dengan dan tanpa menggunakan ojek online:

PENGELUARAN TANPA OJEK ONLINE / BULAN

  1. Sopir    : 1.800.000
  2. Bensin : 2.000.000
  3. Parkir   : 600.000
  4. Tol        : 440.000

TOTAL           : 4.840.000

PENGELUARAN DENGAN OJEK ONLINE/ BULAN (20 HARI KERJA UNTUK 2 ORANG):

  1. Berangkat        : 15.000 x 20 x 2 pax = 600.000
  2. Pulang              : 20.000 x 20 x 2 pax = 800.000
  3. TIP Berangkat  :   5000 x 20 x 2 pax = 200.000
  4. TIP Pulang        :   5000 x 20 x 2 pax = 200.000

TOTAL           : 1.800.000

Jadi total penghematan tiap bulan kita adalah: 4.840.000 – 1.800.000 = 3.040.000,-. Banyak ya penghematannya? Lumayan karena saat ini kita sedang nyicil beli rumah, jadi kelebihannya bisa nambahin untuk budget nyicil rumah kita.

Satu hal yang musti diingat disini, penghematan ini hanya bisa berjalan apabila para ojek online terus melakukan promo-promo mereka.

Menurut Techinasia perusahaan GRAB dari Malaysia ini berhasil mendapatkan gelontoran dana sebesar US$ 540.000.000 untuk membesarkan brand Grab di Indonesia dan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Bagaimana dengan GO-JEK? Perusahaan yang sudah beroperasi sejak 2011 ini konon kabarnya juga menerima gelontoran dana yang tidak sedikit dari beragam funding associations. Bisa dilihat dari pelebaran layanan yang mereka tawarkan, seperti: GO-BOX, GO-FOOD, GO-SEND, dan layanan GO GO lainnya dari GO-JEK . Namun hingga blog post ini gue tulis gue tidak bisa menemukan angka dana yang pernah diterima GO-JEK. Ada yang tahu mungkin?

Dalam waktu mendatang gue merasa kalau GO-JEK akan fokus ke layanan antar barang sedangkan GRAB akan fokus ke layanan antar penumpang. What do you think?

*GO-JEK image was taken from: Tempo.co

Advertisements

4 thoughts on “Menghemat Lebih Dari 3 Juta Rupiah/Bulan Dengan Ojek Online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s